Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

Jika Seseorang Menyukaimu

Nasihat berikut ini ditujukan baik untuk laki-laki maupun, dan terutama, untuk perempuan:

Jika seseorang menyukaimu sedangkan kau tidak menyukainya, jangan rendahkan harga dirinya sebab bagaimanapun ia tidak bermaksud jahat kepadamu.

Jika ia tersenyum padamu, tersenyumlah juga padanya. Jika ia berpapasan denganmu, janganlah menghindar. Jika ia menyapamu, jawablah sapaannya. Jika ia menanyakan nomor teleponmu, berikanlah. Jika ia mengirim sms padamu, balaslah. Jika ia meneleponmu, angkatlah. Jika ia memberi sesuatu kepadamu berupa hal-hal kecil, terimalah pemberiannya dan ucapkan terima kasih secara wajar.

Kau baru boleh menyatakan penolakanmu, itu pun secara baik-baik dan sopan, jika ia telah mengungkapkan secara jelas rasa sukanya atau rasa cintanya kepadamu.

Berterima kasihlah kepada orang-orang yang menyukaimu, dan bersikap baiklah kepada mereka, sebab kehadiran mereka menunjukkan nilai dirimu. Sebagaimana kau pantas bersedih jika tidak seorang pun menyukaimu, kau pantas bersyukur jika ada orang yang menyukaimu.

Jika seseorang menyukaimu, yakinlah bahwa di samping dia tidak akan memiliki niat buruk padamu, justru dia akan selalu mengharapkan kebaikanmu dan berdoa untuk kebahagiaanmu.

Jika kau telah menunjukkan penolakanmu di saat dia baru memberi isyarat-isyarat kecil, berarti kau telah melakukan dua atau tiga kesalahan: menghinanya, bersikap sombong, atau jangan-jangan kau hanya geer. Isyarat atau perhatian-perhatian kecil tidak selalu merupakan tanda cinta. Mungkin itu uluran persahabatan, atau mungkin dia memang seorang yang berhati baik.

Kalaupun betul isyarat-isyarat itu merupakan tanda cinta, ingatlah bahwa jatuh cinta bukanlah suatu kesalahan. Oleh karena itu tidak layak apabila kau menghukumnya atau menghindarinya seolah ia makhluk menjijikkan.

Jangan sampai dia merasa sudah ditolak padahal belum nembak. Itu akan membuat dia merasa harga dirinya telah jatuh sehingga dia mungkin jadi kehilangan keberanian untuk mendekati orang yang dia sukai di tempat dan waktu yang lain.

Seorang manusia dapat menerima penolakan, tapi tidak penghinaan.

Demikian.

Senin, 26 Desember 2011

Pituah Minangkabau - harok kabuliah cameh kahilangan


source : http://armenzulkarnain.wordpress.com 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Harok Kabuliah Cameh Kahilangan.
Kok ka buliah jan harok bana, kok ka hilangan jan cameh bana.
Pulangkan sajo kapado Nyo Allah SWT nan Maha Kuaso, kito hiduik dalam aturan Nyo.
Iduik bakulik dunia, mati bapandam tanah, dari iqamat ka takabia..
Bara bana cito dirangkuah, auih batambah latiah juo,
Samakin dipaluak kurang nan ado, itulah harakat nafsu nan ko.

*****

Musibah indak bisa tahalangi, kok untuang indak dapek diraih, malang pun indak dapek ditulak. Bapuluah tahun mungkin kito mancari, kok indak razaki di badan nanko, usah marisau ka dalam hati. Sabanyak apo cobaan nan dihadapi, sabanyak itu pulo iman dipataguah.


Usaha wajib dilakukan untuk meraih cita-cita yang kita inginkan. Namun dunsanak, selain ikhtiar diperlukan doa sebagai permintaan kehadirat Allah SWT. Janganlah merasa risau apabila tidak terkabulkan seperti keinginan kita, untuk itu diperlukan rasa berserah diri kepada Allah, yakin akan mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.


Terkadang kita merasa tidak beruntung, merasa tidak memiliki daya dibanding dengan dunsanak yang lain. Sesungguhnya rasa iri & hawa nafsu adalah godaan hidup ini, karena nafsu pulalah kita terjerumus ke jalan kebathilan. Kok nafsu basobok jo syaitan cando bensin bakawan jo api.
Kok manggaleh awak, usah kicuah nan dipabanyak, kok bakarajo awak, usah buruak urang dipatageh. Sabanyak apo razaki nan didapek, kalau indak batua jalannyo….yo ka marugikan diri awak surang. Apolai nan alah bakaluarga, jan diagiah anak jo bini hasil karojo nan indak elok, manjadi kasam dikamudian hari, tataruang awak sakaluarga.
Hiduik nan ko, yo sakucuiknyo sajo, karano dunia tampek awak baibadah, sebagai hamba Tuhan Allah. Memang paralu untuak mancari, tapi nan mancari tu tantu jo jalan nan batua. Kok urang bisa dipadutoi, diri surang indaklah kamungkin ka dikicuah.

Sasa kamudian indak paguno, manjadi sio-sio dalam kahidupan kito. Urang minang nan tanamo pun indaklah sakayo bana. Tadisabuik  H. Agus Salim, Muhammad Hatta, ataupun Buya Hamka, namun dek jaso-jaso baliau pulo sagalo nan ado di nagari awak nan ko banamo Indonesia bisa dinikmati basamo.
Indak ado mukasuik ka manggurui, hanyo sebagai bahan renungan kito basamo, semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

Q.S. Surat Al-`Ankabūt 69

Jika Pria Harus Jatuh Cinta

jatuh cinta pada seorang wanita, mungkin semua pria pernah mengalaminya. Rasanya hampir tak terkatakan. Ada kalanya cinta itu membahagiakan, tapi tak jarang juga menyakitkan.Imam Ibnul Qayyim membagi cinta kepada wanita ini dalam tiga bentuk.

  1. Mencintai wanita dengan maksud ketaatan dan taqarrub kepada Allah.
    Ini merupakan cinta kepada istri.Merupakan cinta yang bermanfaat dan dapat mengantarkan kepada tujuan yang disyariatkan Allah dan pernikahan, dapat menahan pandangan mata dan hati untuk melirik wanita selain istrinya. Orang yang mencintai semacam ini dipuji di sisi Allah dan di tengah manusia.

  2. Cinta yang dibenci Allah dan menjauhkan dari rahmatNya.
    Cinta yang hanya memperturutkan hawa nafsu. Demi cinta ini,seorang hamba mau melanggar syariat Allah.Cinta ini merupakan yang paling berbahaya bagi hamba, yang dapat mengancam agama dan dunianya. Siapa yang memiliki cinta ini, dia hina di hadapan Allah, dia orang yang hatinya paling jauh dari Allah, dan cinta ini merupakan tabir penghalang antara dirinya dengan Allah. Untuk mengobati nya adalah dengan memohon pertolongan kepada Allah yang membolak balikkan hati, bersungguh sungguh untuk kembali kepadahNya. Sibuk mengingatNya,menyibukkan diri dan mengganti cinta itu dengan cinta hanya padaNya. Memikirkan derita dan sengsara yang akan dialami lantaran cinta itu, dan menggambarkan keindahan sebenarnya dengan melupakan cinta itu.
  3. Cinta yang mubah.
    Cinta yang tiba tiba datang,seperti mencintai wanita cantik yang dilihat dengan tak sengaja, lalu hati pun tertambat padanya. Tapi cinta ini tak sampai menjerumuskan dirinya hingga melakukan maksiat dan kedurhakaan (seperti berhubungan atau berpacaran dengan wanita itu).Yang ini tak menimbulkan siksaan. Yang paling bermanfaat adalah membuang jauh jauh cinta ini dan menyibukkan diri dengan hal yang lebih bermanfaat. Dan juga harus menyembunyi kan perasaannya, menjaga kehormatan dirinya, dan sabar dalam menghadapi ujian cinta ini. Sehingga dengannya Allah memberinya pahala. Yang mesti dilakukan adalah mengganti cintanya itu dengan kesabaran karena Allah, tidak patuh pada bisikan nafsu dan lebih mementingkan keridhaan Allah dan apa yang ada di sisiNya.

Dari tiga bentuk cinta di atas, dapat dipahami bahwa seandainya bara cinta itu yang lahir karena keindahan wajah seorang wanita mampu dipendam (bahkan diredam), dan tidak melanjutkannya pada tahapan yang melanggar syariat (seperti pacaran), kemudian bersabar dan memohon ketabahan kepada Allah, dan lebih memilih keridhaan Allah walau harus bertarung dengan perasaan sendiri, maka ini yang dibolehkan. Dan satu hal yang tak boleh terlupakan bagi seorang muslim, bahwa Allah tak mungkin menyia nyiakan hambaNya yang lebih memilih cinta dan kasih sayanghNya, meski harus merelakan sang kekasih menjadi milik orang lain. Mungkin dengan ujian cinta dan sikap kita yang seperti itu (lebih memilih keridhaan Allah), Allah ingin kita menjadi hamba pilihan yang kelak akan merasakan indahnya bersanding dengan bidadari nan menawan di jannahhNya.

Andaikan memilih bentuk cinta kedua, maka ini yang disebutkan Imam Ibnul Qayy im, bahwa permulaannya suatu yang ringan dan manis. Pertengahannya kekhawatiran, kesibukan hati dan siksaan. Dan kesudahannya adalah kebinasaan dan kematian.

Adapun bentuk cinta yang ketiga, maka obatnya hanya dua. Pertama berpuasa dan menyibukkan diri pada hal yang mampu menjauhkan pikiran ke arah "sana", dan jika puasa sudah tak bisa untuk meredam gejolak cinta itu, maka tak ada jalan lain lagi selain menikah."Menikah dengan wanita yang dicintai merupakan obat cinta yang paling mujarab, yang dijadikan Allah sebagai penawar yang sejalan dengan ketetapan syariat," demikian Ibnul Qayyim meyakinkan.

Cinta Tertinggi Hanya untuk Allah dan Rasul-Nya
Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga perkara apabila terdapat pada diri seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. Ia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah, ia sangat benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci dicampakkan ke dalam api." (Riwayat AlhBukhari dan Muslim)
Karena itu, jika kita mencintai seseorang, usahakan jangan sampai melebihi cinta kita pada Allah dan Rasul hNya, agar cinta kita tidak menggelincirkan diri kita dalam Dosa.